<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
> <channel><title>Lukman-elHakim.Com</title> <atom:link href="http://lukman-elhakim.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://lukman-elhakim.com</link> <description>Just learn and you&#039;ll never be same again...</description> <lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 22:30:31 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=</generator> <item><title>Tahukah anda Google Alerts?</title><link>http://lukman-elhakim.com/tahukah-anda-google-alerts/</link> <comments>http://lukman-elhakim.com/tahukah-anda-google-alerts/#comments</comments> <pubDate>Sun, 29 Apr 2012 21:39:24 +0000</pubDate> <dc:creator>lukman-elhakim.com</dc:creator> <category><![CDATA[Tahukah anda]]></category> <category><![CDATA[Wordpress Tutorial]]></category> <category><![CDATA[google alerts]]></category> <category><![CDATA[monitoring google keywords]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://lukman-elhakim.com/?p=767</guid> <description><![CDATA[lukman-elhakim.com &#8211; Posisi pertama google merupakan harapan bagi setiap kita. Karena dengan menempati posisi pertama banyak manfaat yang akan kita dapat. Walau posisi pertama tidak menjadi jaminan untuk suatu keberhasilan. Tapi posisi pertama merupakan tantangan tersendiri. Bergengsi bagi para pakar SEO. Kita bisa menarget posisi tersebut dengan key word tertentu. Misalnya &#8220;hosting murah berkualitas&#8221;, &#8220;jasa pembuat web, profesional, mudah, hemat dan terpercaya&#8221;. Posisi kita di google sangat fluktuatif. Suatu saat kita bisa berada di posisi awal. Tapi pada saat yang tak lama. Bisa tergeser ke urutan sekian. Atau bahkan menghilang dari peredaran he2. Kita tentu tidak ingin ini terjadi. Maka langkah bijak adalah senantiasa memantau posisi ini serutin mungkin. Masalahnya, manusia cepat bosan, kadang lupa, atau tak sempat karena mengerjakan tugas lain. Google ternyata menyiapkan solusi untuk ini. Jika anda belum kenal, kenalan dong he2. Namanya Google Alerts. Anak siapa sich dia? Google Alerts semacam remainder, pengingat, atau cron job. Laporan posisi keyword yang kita bidik. Laporan penelusuran keyword tadi akan dikirim ke email gmail yang kita daftarkan. Kita bisa mengatur,  seberapa sering query penelusuran tersebut akan dikirim. Silahkan kunjungi: http://www.google.com/alerts Selamat mencoba, semoga bermanfaat. &#160;]]></description> <wfw:commentRss>http://lukman-elhakim.com/tahukah-anda-google-alerts/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>Kembali Merajut Mimpi&#8230;.</title><link>http://lukman-elhakim.com/kembali-merajut-mimpi/</link> <comments>http://lukman-elhakim.com/kembali-merajut-mimpi/#comments</comments> <pubDate>Wed, 04 Apr 2012 22:03:40 +0000</pubDate> <dc:creator>lukman-elhakim.com</dc:creator> <category><![CDATA[Motivasi]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://lukman-elhakim.com/?p=757</guid> <description><![CDATA[Coretan ini terinspirasi oleh tulisan mas lutvi afandi di cafebisnis.com. Ada dua tulisan tentang mimpi; &#8220;Percayalah pada mimpimu&#8221; dan &#8216;Benarkah mimpi harus ditandai tindakan?&#8221; Mimpi dan keyakinan. Bermimpilah, kemudian kita serahkan pada Allah bahwa kita akan mencapainya. Seperti halnya Iman yang diyakini oleh ahlu-sunnah. Bahwa ia pluktuatif, kadang naik, kadang turun. Naik ketika kita mendekatkan diri pada Allah dengan menjalankan amal kebaikan yang diperintahkan oleh-Nya. Turun ketika kita terjerembab melakukan perbuatan yang dilarang-Nya. Ini selaras dengan definisi Taqwa. At-Taqwa hua, ijtibanu an-nawahi, wa imtitsalu al-awamir. Definisisi taqwa adalah menjauhi larangan-larangan (Allah), dan menjalankan perintah-perintah-Nya. Jika kita ingin memiliki iman yang stabil, maka bertaqwalah. Selain definisi diatas. Taqwa juga diartikan seperti kita berjalan dijalan yang dipenuhi duri. Apa yang kita lakukan? Tentu kita akan berhati-hati menginjakkan kaki. Salah sedikit, kaki kita akan terkena duri. Bulan ramadhan yang diwajibkan berpuasa. Bulan yang diibaratkan seperti kepompong. Diakhir ramadhan kita ibarat dilhairkan kembali dalam fitrah. Seperti kupu-kupu cantik yang keluar dari kepompong. Kita dididik dengan berpuasa. menahan lapar, lemas dan letih. kejujuran, apakah kita berpuasa atau tidak. Pada hakikatnya hanya kita dan Allah yang tahu. Dalam firman Allah, diwajibkannya puasa agar kita menjadi orang-orang yang bertaqwa. Betapa istimewanya insan yang bertaqwa itu. Lantas apa hubungannya dengan kita bermimpi. Menurut saya ada. Ketika kita bermimpi, kita menginginkan sesuatu, seperti kita merindukan bertemu sang kekasih. Ketika itu kita akan melalukan apa saja yang bisa dilakukan untuk mendapatkannya, walau sepertinya sepele. Ingatan kita, perbuatan kita terus kontinue, berkelanjutan. entah membaca buku, bertanya, melakukan apa saja. Lagi-lagi mesti itu gagal. Terus mencoba dan terus mencoba. Mas Lutvi mengumpamakannya dengan film Emak ingin naik haji. Pada kenyatannya memang banyak cerita yang terjadi demikian. Saya pernah membaca kisah seorang tukang becak yang bermimpi ingin naik haji. Walau pun penghasilan yang ia dapat jika dikalkulasikan menurut rasio otak kepala manusia tidak mungkin. Tapi dengan penghasilan yang sedikit, ia menyisihkan uangnya untuk menabung. Sepertinya mustahil. Tapi sekali lagi, ia yakin. Karunia itu pun tiba. Ia mendapatkan tiket haji dari penumpang becaknya. Subhanallah. Ketika kita bermimpi, kadang kita tidak fokus untuk mewujudkannya. Seperti halnya iman, kita harus konsisten. Terus melakukan sesuatu yang selaras apa yang kita mimpikan dengan keyakinan kepada Allah. Kita yakin, jika Ia menghendaki, tiada yang mustahil di dunia ini. Anda ingin jadi penulis, mulalilah dengan membaca, menulis. Rajin menulis blog (he2 nyinggung diri sendiri, punya blog yang jarang update). Terus menerus menambah kualitas hidup kita. &#160; &#160; &#160;]]></description> <wfw:commentRss>http://lukman-elhakim.com/kembali-merajut-mimpi/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>4</slash:comments> </item> <item><title>Rubah ukuran gambar</title><link>http://lukman-elhakim.com/rubah-ukuran-gambar/</link> <comments>http://lukman-elhakim.com/rubah-ukuran-gambar/#comments</comments> <pubDate>Fri, 23 Mar 2012 13:04:05 +0000</pubDate> <dc:creator>lukman-elhakim.com</dc:creator> <category><![CDATA[Tutorial]]></category> <category><![CDATA[image resize]]></category> <category><![CDATA[Rubah ukuran gambar]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://lukman-elhakim.com/?p=754</guid> <description><![CDATA[Bismillah&#8230; Note: Tips ini bagi anda yang belum tau, and ingin belajar bagi anda master, silahkan menambahkan, atau koreksi ya. Untuk suatu keperluan kita ingin merubah ukuran gambar. Contohnya kita akan mengirim gambar. Tapi ukuran gambar yang mencapai 4 MB atau lebih, akan menjadi kendala. Untuk merubah ukuran gambar, kita bisa mengkompresnya. Bisa menggunakan software khusus, yang dibuat untuk merubah ukuran gambar. Bagi anda yang memiliki komuter yang sudah terinstall photoshop. Sudah tersedia disana. Pertama. Buka file gambar ke photoshop. Setelah terbuka. Klik &#8220;File&#8221; &#8211;&#62; &#8220;Save for Web &#38; Devices&#8230;&#8221; Kemungkinan anda akan menemukan warning seperti ini, klik &#8216;Yes&#8221;. Jika tidak menemukan, gak masalah. Anda akan menemukan interface berikut: Ok, berikut langkah-langkahnya: Note: 1. Preset: Pilih &#8220;JPEG High&#8221;, atau silahkan pilihan lain 2. Pilih &#8220;Optimized&#8221;, atau pilih sesuai selera anda. 3. Masukan nilai &#8220;800&#8243; pada &#8220;W&#8221; kemudian klik kursor disembarang tempat misal di gambar. Kolom &#8216;H&#8221; akan mengikuti. 4. Disini terlihat ukuran gambar setelah diedit. 5. Jika sudah fix, silahkan klik &#8220;Save&#8221;. Pilih tempat dimana anda akan menyiman gambar. Ok, semoga bermanfaat]]></description> <wfw:commentRss>http://lukman-elhakim.com/rubah-ukuran-gambar/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Membagi page yang panjang &#8211; split page</title><link>http://lukman-elhakim.com/membagi-page-yang-panjang-split-page/</link> <comments>http://lukman-elhakim.com/membagi-page-yang-panjang-split-page/#comments</comments> <pubDate>Thu, 22 Mar 2012 00:57:19 +0000</pubDate> <dc:creator>lukman-elhakim.com</dc:creator> <category><![CDATA[Wordpress Tutorial]]></category> <category><![CDATA[Membagi page yang panjang]]></category> <category><![CDATA[pagination]]></category> <category><![CDATA[split page]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://lukman-elhakim.com/?p=726</guid> <description><![CDATA[Ketika kita mengisi konten panjang ada dua opsi, membuatnya menjadi posting berlanjut atau serial. Tapi ketika kita mengisi page, dan membutuhkan penyatuan conten panjang dalam satu page. Masalahnya akan membuat pembaca lelah, dan loading ketika membuka page akan lebih berat. Solusinya, kita bisa membagi page dalam beberapa bagian. Kita menyebutnya dengan pagination atau split page. membagi content page panjang dalam beberapa bagian. Kasus ini saya praktekan untuk pembuatan www.pesonasingkawang.com Caranya Kode yang bisa kita sisipkan adalah &#60;!--nextpage--&#62; Masukkan kode  tadi dengan menggunakan mode HTML pada content editor seperti dibawah: Selanjutnya membuat navigasi Contoh gambar berikut: Caranya: Gunakan kode berikut: &#60;?php wp_link_pages("&#60;strong&#62;Pages:&#60;/strong&#62;", "", "number"); ?&#62; Note: silahkan rubah &#8220;Pages:&#8221; dengan kata-kata yang lebih cocok menurut anda, contohnya: &#8220;Klik Halaman selanjutnya&#8221;. Sisipkan dalam page.php seperti gambar dibawah: Selamat mencoba]]></description> <wfw:commentRss>http://lukman-elhakim.com/membagi-page-yang-panjang-split-page/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Asbun</title><link>http://lukman-elhakim.com/asbun-bukti-al-islam-mahjub-bil-muslimin/</link> <comments>http://lukman-elhakim.com/asbun-bukti-al-islam-mahjub-bil-muslimin/#comments</comments> <pubDate>Fri, 09 Mar 2012 10:16:54 +0000</pubDate> <dc:creator>lukman-elhakim.com</dc:creator> <category><![CDATA[Coretan Bebas]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://lukman-elhakim.com/?p=722</guid> <description><![CDATA[lukman-elhakim.com: Asbun, alias asal bunyi. Kalo terompet bunyi, apapun bunyinya, menjadi tanda keberhasilan pembuat terompet. Kenalpot bunyi, berarti motor atau mobilnya masih bisa hidup. Bayi yang baru lahir kemudian bunyi (baca: nangis), suatu kebahagiaan bagi orang taunya. Tapi kalau manusia dewasa yang mempunyai kebiasaan asal bunyi alias asbun. Akan jadi penyakit dan cacat yang memalukan. memalukan bagi orang tua, mertua, isteri, suami, anak, engkong, tante, dan seluruh rt, kelurahan, juga negara Indonesia yang kita diami ini he2. Tapi anehnya, orang yang asbun, jarang, bahkan tidak akan merasa malu. Sebab itu sudah penyakit bagi dirinya. Seolah buang angin dengan wangi busuk (wangi busuk ya?). Nyamuk bisa mati, cicak gemetar, manusia yang ada disampingnya bisa pingsan. Tapi dia yang buang angin, tersenyum manis, semanis kopi gak pake gula (pait jadinya). Ya, begitulah asbun. Banyak sekali penyebabnya. Entah karena ingin dipandang sebagai seorang pakar yang kompeten dibidangnya. Sehingga sangat layak menjadi idaman para calon mertua he2. Asbun memang bisa menjadi wasilah penghidupan (he2). Anda yang pintar memuji, layak mendapat imbalan. Kasus ini biasa dikenal dengan isitilah ABS atau AIS. Asal Bapak Senang, atau Asal Ibu Senang. Dan memang efektif. Semakin anda pandai melobi manusia-manusia serakah pujian, makan akan terbuka pintu untuk mempertebal dompet anda. Dampak dari merambahnya situs jejaring pun turut menyuburkan penyakit ini (ma..aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaf he2). Bagi yang merasa sich. Kadang ke kamar mandi, pusing kepala dikit, digigit nyamuk, keseleo, bokek (malu-maluin kalo ini). Dipajang di wall status Facebook. Apakah ini juga termasuk kategori asbun?. Tapi biasanya gejala ini sering diidentifikasi sebagai penyakit lebay bin lebong he2. Up to you dah. Anda akan banyak menemui si Asbun ini. Sperti halnya saya baru menemukannya ketika membaca tulisan: Dalam Pendidikan Karakter, Berzina Belum Tentu Dosa di Eramuslim. Ada seseorang yang dengan lantang berteriak: Pertanyaannya, kenapa pendidikan karakter ala Barat bisa membuat masyarakat di Barat itu on time, bersih, disiplin, dll ; sementara Indonesia yang mayoritas muslim gagal membentuk masyarakat yang on time, bersih, disiplin, dll ? Apakah sistem pendidikan kita (yang katanya Islami itu) tidak memandang on time, bersih, dan disiplin itu sebagai hal yang penting ? Atau cara mendidiknya yang salah ? Em, Entah dari sudut pandang mana berfikirnya. Mestinya pembaca Eramuslim yang nota bene menyarakan Islam dengan pemahaman yang cukup baik. Pola pikirnya telah terbina. But, ya itulah. Fakta memang membuktikan. Kata-kata Muhammad Abduh: Al-islamu mahjubun bil muslimin masih nyata sampai saat ini. Sampai akhir ketika Isa Almasih di akhir jaman saja sepertinya akan berakhir. Kita sering keliru, mana ajaran islam yang benar. Dengan mana aplikasi muslim yang kadang keliru. Contohnya tentang kebersihan. Islam telah mengajarkan pentingnya kebersihan. Detail. Mulai dari mandi, berwudlu, macam-macam najis, sampai air yagn suci dan tidak suci ada perinciannya. Mana ada di ajaran lain yang menjelaskan seperti ini? Hanya aplikasinya memang masih kadang menyimpang. Maka tidak heran jika seorang alim berkata. Aku menemukan ajaran Islam di singapura, tapi tidak menemukan muslim disana. Artinya, ajaran kebersihan seperti diajarkan oleh Islam, telah dilaksanakan di Singapura. Walau yang melaksanakannya bukan musliam. Kemudian. Aku menemukan muslim di Indonesia, tapi tidak menemukan ajarannya [...]]]></description> <wfw:commentRss>http://lukman-elhakim.com/asbun-bukti-al-islam-mahjub-bil-muslimin/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Biar gak ada dompet, asal ada yang bayarin.</title><link>http://lukman-elhakim.com/biar-gak-ada-dompet-asal-ada-yang-bayarin/</link> <comments>http://lukman-elhakim.com/biar-gak-ada-dompet-asal-ada-yang-bayarin/#comments</comments> <pubDate>Mon, 05 Mar 2012 18:16:00 +0000</pubDate> <dc:creator>lukman-elhakim.com</dc:creator> <category><![CDATA[Coretan Bebas]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://lukman-elhakim.com/?p=714</guid> <description><![CDATA[Ini ceritaku, rasanya sayang kalo terlewat begitu saja. Biarlah sobat menertawaiku, bilang kacian atau apalah. &#8220;Tragedi&#8221; ini terjadi hari ahad lalu. ini hari senin tapi sudah masuk selasa, sebab jam sudah menunjukan pukul 00.35 berarti sehari yang lalu. Yach, lumayan masih anget. Hari ahad, hari libur bagi sebagaian makhluk di muka bumi ini he2. Tapi ada sebagian manusia yang menggunakan hari ini layaknya aktifitas hari-hari lain. Ya, diantaranya aku. Hari ahad merupakan salah satu dari tiga hari masuk kuliah kampus. Ok, jadwal minggu ini kebetulan ada UAS makul Tafsir semester tujuh. Dosen pembimbingnya Prof. Drs. Dr. Ahmad Thib Raya, MA. Sebuah keberuntungan bagi kami, diberi kesempatan bertatap muka dengan dosen yang berkaliber nasional bahkan internasional. Sampai-sampai beberapa dosen berkata; &#8220;Kami hanya dapat diajar oleh beliau di jenjang s2 minimal, atau s3&#8243;. Sebuah kebanggaan, walau parameter keilmuan tidak bisa diukur oleh fasilitas yang lux, tanpa diimbangi oleh faktor-faktor penunjang lain, yang utama adalah motivasi dan kesungguhan dari individu mahasiswa sendiri. Masuk ke poin cerita. Keluar dari ruang ujian pukul sebelas limapuluh. Shalat dhuhur. Alarm perut sudah berbunyi. Koneksi tersambung ke otak dan dieksekusi oleh pikiran. &#8220;Apa yang ane santap?&#8221;. Jalan ke kantin, bangku terisi penuh. Akhirnya jalan keluar depan gerbang kampus. Target biasanya batagor, tapi kali ini perut sedang ingin mencoba somay. Em, di bangku ternyata sudah ada dosen, Pak Rahmat Irfani. Dosen muda, berperawakan tinggi, putih, rambut cukur tipis dan berkacamata. Ku kira beliau pesan somay juga. Ternyata bukan, beliau memesan ketoprak. Awalnya agak sungkan duduk bersebelahan. Tapi karena aspirasi perut yang terus meronta dan memberontak. Kuputuskan tegur sapa dan duduk didekat beliau. Sambil menikmati siomay, obrolan ringan sampai berat pun mengalir beitu saja. Mulai dari topik kampus hari ini. Sampai cerita perjalana akademis beliau, yang sekarang sedang menyusun disertasi untuk mendapatkan gelar doktor. Dengan berbekal ilmu quantum listening (he2). Aku mendengarkan dengan penuh antusias, dan sesekali bertanya. Sampai tak terasa somay yang aku santap, habis. Kuletakan piring dibawah bangku. Tangan masuk kantong celana depan sebelah kiri. Kosong, gak ada uang. Kurogoh kantong celana sebelah kanan. Kosong. Dompet di kantong belakang. Juga kosong. Rupanya dompetku tertinggal di rumah. Alah mak&#8230;. Sejenak otak ku crash, not responding, bingung, mo bayar gimana neh. Tapi aku menutupi kegalauan yang melanda. Dan terus melanjutkan obrolan dengan Pak Dosen. Ketoprak beliau belum habis. Aku mendahului menghabiskan somay, mungkin karena suka, atau mungkin juga kelaparan. Ah, up to you aja dech, mo kira apa. Akhirnya piring ketoprak yang sedang disantap Pak Rahmat, habis. Beliau berdiri dan mendekati tukang somay, yang tadi aku nikmati. Beliau mengeluarkan uang dan bilang, bayar somay yang aku santap. Duh, malu ada, pengen ketawa juga ada. Moga kebaikannya  Allah balas dengan kebaikan, karena Allah sebaik-baik pemberi balasan. &#160; Tangerang, 01:00 08/03/2012]]></description> <wfw:commentRss>http://lukman-elhakim.com/biar-gak-ada-dompet-asal-ada-yang-bayarin/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Jangan bersedih, jika ia tak memilihmu&#8230;</title><link>http://lukman-elhakim.com/jangan-bersedih-jika-ia-tak-memilihmu/</link> <comments>http://lukman-elhakim.com/jangan-bersedih-jika-ia-tak-memilihmu/#comments</comments> <pubDate>Sat, 03 Mar 2012 17:37:25 +0000</pubDate> <dc:creator>lukman-elhakim.com</dc:creator> <category><![CDATA[Uncategorized]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://lukman-elhakim.com/?p=709</guid> <description><![CDATA[Dari judul diatas, sobat sepertinya akan bertanya. Siapa dia yang tak memilih mu, atau memilih ku? Bagi sebagian ABG (anak baru gede) atau AMBG (anak masih baru gede= the next level ABG he2). Dia atau ia yang saya sebutkan identik dengan si dia, sang pujaan hati, belahan jantung wkkk, lebay dech. Boleh saja sobat menerjemahkannya demikian. Gak salah. Tulisan ini masih satu ide dengan tulisan yang lalu &#8216;Antara siap dan tidak siap&#8217;. Karena kenyataan kadang tak seperti apa yang kita impikan. Maka bersiaplah untuk menjumpainya. Ini bukan soal kita pesimis.  Tapi balance, seimbang; antara obsesi dan rem kesiagaan. Anda mungkin pernah ikut suatu kompetisi, perlombaan atau kejuaraan. Anda telah berjuang dengan keras, berharap dengan sepenuh hati. Tapi akhirnya berakhir dengan kekalahan. Medali kemenangan belum memihak pada anda. Demikian juga contohnya ketika kita tertatih berjualan, memulai bisnis usaha. Biarkan saja jika ada orang yang mencibir, tak percaya anda. Tak memilih anda. Berlapanglah. Terus perbaiki dan instrospeksi. Awal begitu sulit, tapi lebih sulit lagi mempertahankan pencapaian yang telah kita dapat. &#160; Good night&#8230;.. Tangerang, 04/03/2012     -    00.32 WIB]]></description> <wfw:commentRss>http://lukman-elhakim.com/jangan-bersedih-jika-ia-tak-memilihmu/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Antara siap dan tidak siap</title><link>http://lukman-elhakim.com/antara-siap-dan-tidak-siap/</link> <comments>http://lukman-elhakim.com/antara-siap-dan-tidak-siap/#comments</comments> <pubDate>Sat, 03 Mar 2012 05:08:21 +0000</pubDate> <dc:creator>lukman-elhakim.com</dc:creator> <category><![CDATA[Coretan Bebas]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://lukman-elhakim.com/?p=705</guid> <description><![CDATA[Satu hari, dosen salah satu mata kuliah berkata: &#8220;Jangan berdoa, kalau kamu belum siap&#8221; Kata beliau. Lho kenapa? Ceritanya ketika beliau lulus s1 dan ingin melanjutlkan ke jenjang s2. Ikut program beasiswa di Universitas Negeri yang ada di Jakarta. Hasilnya, beliau lulus. Tetapi akhirnya beasiswa ini tidak diambil. Kenapa? Karena jam kuliah diatir oleh dosen. Sedangkan beliau beristeri dengan 5 anak. Praktis dengan jadwal kuliah tak tentu karena diatur dosen, berbenturan dengan tugasnya mencari maisyah, nafkah keluarganya. Kala itu ada teman beliau yang berkata, (sedikit mengomel): &#8220;Kamu dzolim dengan tidak mengambil beasiswa itu, kamu dzolim karena kamu telah menjegal, menghalangi hak orang lain untuk mendapatkan beasiswa&#8221;. Kejadian-kejadian lain yang kita alami dalam hidup ini sepertinya ada, bahkan banyak. Tapi kita tidak dapat membuka mata mengambil hikmahnya. Daintara kita yang menyesalkan hidup karena terjebak dalam daftar pengangguran. Andai berfikir, pekerjaan didunia ini banyak. Tapi kita yang tidak mau melangkah, atau kapasitas kita yang tidak memadai. Laa yukallifullahi nafsan illa wus&#8217;aha. Allah tidak membebankan suatu perkara pada hambanya andai ia tidak mampu menanggung masalah tersebut. Pernahkan kita mengambil hikmahnya. Kadang kita bermimpi ingin kaya. Tapi apakah kita sudah siap untuk menjadi kaya? Seorang sahabat berkata, dalam kalimat mencari rezeki, kata &#8220;mencari&#8221; berbeda dengan &#8220;menjemput&#8221;. Ketika kita menggunakan kata &#8220;mencari&#8217;. Secara emosional, tidak sadar dan psikologi akan mempengaruhi otak bawah sadar. Bahwa kita hidup didunia ini tidak punya jatah rezeki. Oleh karena itu harus mencari. Jika ingin mendapatkan rezeki. Maka ketika rezeki (baik harta, kesehatan dnsb), terasa sempit, kita akan sering mengeluh dan terasa sebagai beban yang sangat berat. Berbeda dengan ketika kita menggunakan kata &#8220;menjemput&#8221;. &#8220;Menjemput rezeki&#8221;. Ketika kita menggunakan kata &#8216;menjemput&#8217;, kita yakin, bahwa Allah telah menjamin jatah rezeki kita selama hidup dialam dunia ini. Anda mungkin ditakdirkan kaya raya, tapi apakah cara menjemput rezeki anda sudah baik?. Kita ambil contoh. Peminta-minta dipinggir jalan, dengan pakaian compang camping. Dekil, kurus, bau, item, kumel kucel dan amsih hidup. Yang didapat, paling hanya sekedar recehan. berbeda dengan orang yang meminta-minta dengan menggunakan pakaian rapih, jas, kemeja, dasi spatu mengkilat, parfum plus rambut yang mengkilat, hingga andai ada lalat yang nagkring di rambutnya pasti akan terluka he2. Ya, denga pakaian rapi, plus proposal diajukan ke orang-orang kaya, pejabat . Hasilnya akan berbeda. Padahal temanya sama, meminta-minta. Hanya judul dan covernya yang berbeda. Siap, ya kita harus siap. Bisa saja kita berbohong, membuat CV yang &#8220;wah&#8221; ketika melamar pekerjaan. Tapi apa anaknya ketika anda diterima, kemudian dipecat karena dianggap tidak kompeten? Anda yang ingin mempunya isteri yang cantik. Sudah siapkah anda sakit liver (baca: hati) gara-gara tiap hari dilanda cemburu? Tapi satu sisi dalam hidup ini, kita harus siap. Anda dilahirkan sebagai laki-laki, harus siap menjadi laki-laki, sebab kodratnya memang begitu. Sekian, Allah a&#8217;lam. datang waktu dhuhur &#160;]]></description> <wfw:commentRss>http://lukman-elhakim.com/antara-siap-dan-tidak-siap/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Pemetaan Pikiran, karena hidup bukan pilihan [Mind Mapping Software]</title><link>http://lukman-elhakim.com/pemetaan-pikiran-karena-hidup-bukan-piliha/</link> <comments>http://lukman-elhakim.com/pemetaan-pikiran-karena-hidup-bukan-piliha/#comments</comments> <pubDate>Tue, 28 Feb 2012 04:47:10 +0000</pubDate> <dc:creator>lukman-elhakim.com</dc:creator> <category><![CDATA[Coretan Bebas]]></category> <category><![CDATA[Download Gratis]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://lukman-elhakim.com/?p=699</guid> <description><![CDATA[Dalam Islam, manusia memiliki konsep dan tujuan, yaitu untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah. Tidak diciptakan begitu saja. Sekilas kata-kata &#8220;Mengabdi&#8221;, &#8220;beribadah&#8221;, &#8220;tunduk&#8221;, adalah sesuatu yang sangat memberatkan dan hanya akan menjadi beban. Tapi kalau kita selidiki lebih teliti, ketundukan kita, akan kembali kepada kita. Kita taat, maka kebaikan yang akan kita dapat. Seorang ustadz (saya lupa) pernah berkata &#8220;Hidup Ini Bukan Pilihan&#8221;. Berbeda dengan kebanyakan orang yang menyatakan &#8220;Hidup adalah pilihan&#8221;. Lalu apa argumen beliau? Menurut beliau, hidup ini bukan pilihan, karena kita hidup untuk menjalani apa yang telah Allah gariskan. Ketika menyeleweng dari ketetapan-Nya, itu bukan pilihan, tapi pengingkaran. Maka supaya kita tetap dalam garis dan lingkaran yang Allah tetapkan, kita harus mempunyai motivasi dan konsep dalam hidup ini. Ahlussunah Wal jamaah meyakini, bahwa iman &#8220;yazid wa yankus&#8221; (fluktuatif/naik turun). Yazidu bi tha&#8217;ah, meningkat dengan ketaatan, ibadah dan konsitensi dalam berbuat baik sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dan telah ada contoh dari Rasulullah. Juga bisa Yankus, menurun, melempem, ketika kita terlena, berbuat baksiat. Lalu apa hubungannya dengan Mind Mapping? Seperti kita ketahui tadi, iman bisa menungkat dan kadang juga turun. Ketika meningkat, kita sedang semangat. Dan sebaliknya ketika kita lemah, iman kita menurun. Nah, salah satu tips supaya kita tetap semangat adalah dengan memotivasi diri. Motivasi bisa kita dapatkan dari luar, dari orang lain, juga bisa dari internal diri kita sendiri. Namun kenyataannya, motivasi terbaik adalah motivasi yang terlahir dari diri kita sendiri. Kita ambil contoh. Anda sedang malas memancing, tidak suka memancing, dan tidak tahu memancing yang baik seperti apa. Andai anda memancing di kolam Ikan yang penuh dengan ikan yang kelaparan. Tapi dengan kondisi diri anda yang demikian. Bahkan tak jua mau melemparkan kail dan umpan ke dalam kolam. Mustahil anda akan mendapatkan hasil pancingan yang memuaskan. Walau fasilitas yang serba mendukung. Nah, masalah yang sering kita temui setelah kita mengiginkan sesuatu adah kita tidak bisa fokus dan tak tahu apa yang harus kita kerjakan secara sistematis. Ini sebab otak kita berfikir secara paralel tidak linier (pen: maaf kalo bahasa saya). Otak kita saling berkaitan, seperti web site. Ketika kita buka sebuah web site, dan menemukan link keluar menuju web lain. Jika kita klik link tadi, kita akan beralih dan pergi dari web awal. Begitulah, kita sulit untuk fokus. Sehingga lama kelamaan kita akan merasa pusing sendiri, sebab terasa capek, tapi belum ada hasil yang didapat. Untuk membantu pemetaan pikiran, sekarang banyak dikenal dengan metode Mind Mapping. Ya, secara bahasa sudah jelas, pemetaan pikiran. Misal kita punya ide. Ambillah selembar kertas kosong yang tak ada garisnya. Kemudian tulis ide tadi di tengah kertas. Bisa diberi lingkaran, gambar atau warna. Kemudian tarik garis ke sub-ide dari ide awal tadi. demikian selanjutnya. Sekarang sudah banyak software yang dapat membentu mempermudah kita dalam pemetaan pikiran ini. Saya menggunakan software Mind Mapping yang gratis, dengan fitur yang lumayan. Berikut fitur-fiturnya: Features: The basic mind map of the edit, view, print and others It has simple and easy user interface, multiple document editing, supporting for multiple languages such as [...]]]></description> <wfw:commentRss>http://lukman-elhakim.com/pemetaan-pikiran-karena-hidup-bukan-piliha/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Jempol yang tak pernah iri</title><link>http://lukman-elhakim.com/jempol-yang-tak-pernah-iri/</link> <comments>http://lukman-elhakim.com/jempol-yang-tak-pernah-iri/#comments</comments> <pubDate>Sun, 05 Feb 2012 23:01:31 +0000</pubDate> <dc:creator>lukman-elhakim.com</dc:creator> <category><![CDATA[Hikmah]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://lukman-elhakim.com/?p=690</guid> <description><![CDATA[Pernahkah sejenak kita perhatikan jempol tangan kita? Si Jempol yang pendek dan gemuk. Ketika kita asyik mengetik  eSeMeS, si Jempol berjingkrak ria, loncat dari key satu ke keypad yang lain. Tak pernah ia berteriak lelah. Walau pun pegal, tak pernah ia merintih. Tak pernah ia iri pada ke-empat jari lainnya yang hanya mampu membantu menjaga keseimbangan posisi hape yang kita genggam. Sunguh indah hidup ini, jika kita menyadari posisi kita masing masing. Tak ada rasa iri, selalu saling mamahami. Bekerja sesuai dengan kemampuan masing-masing. Seorang petani bekerja di sawah, bermandikan keringat, tersengat panasnya matahari. Seorang pegawai yang bekerja di ruangan ber-AC. Kontradiktif, tapi toh berjalan apa adanya. Seorang ketua yang membawahi anggotanya. Seorang suami yang bertanggungjawab atas isteri dan anak-anaknya. Seperti halnya bangunan yang terdiri dari batu bata, pasir, semen, dan cat tembok. Satu sama lain saling melengkapi. Bekerja sesuai kemampuan masing-masing. Tak ada rasa ingin menonjolkan satu sama lain. Tak ada rasa iri dan dengki. Banyak hikmah yang dapat kita gali, jika kita sedikit jeli.]]></description> <wfw:commentRss>http://lukman-elhakim.com/jempol-yang-tak-pernah-iri/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: lukman-elhakim.com @ 2012-05-19 22:16:19 -->
